We’ll Miss You, Sir!

18 Oktober 2011, pukul 20.30..

Saya buka recent update di bbm. Shock! Mata saya terus terpaku pada update status teman kantor “Pak Fasli kemana? :(

Batinku langsung bergumam, ternyata dia benar-benar ditendang..

Sosok pria yang selalu tersenyum ramah dimanapun dia berada, walaupun hatinya sedang marah sekalipun, beliau sungguh seorang professional.

Setahun belakangan, saya sering sekali ikut beliau untuk berbagai acara. Baik dia sebagai seorang Wakil Menteri Pendidikan Nasional, maupun dia sebagai seorang putra Minang dan diundang dalam berbagai acara orang Minang.

Tidak pernah sekalipun beliau tidak tersenyum saat bersalaman, atau berpapasan dengan orang-orang. Ramah, dan tidak sungkan untuk menyapa kami, saya dan teman-teman jika bertemu beliau. Saya kagum, bangga, dan bersyukur bisa bertemu pemimpin seperti beliau. Banyak kisah dan pelajaran yang bisa diambil saat mengikuti langkahnya.

Pernah suatu pagi ada kejadian lucu, ketika dia “ngambek” sama supirnya. Yogi, staf beliau yang kebetulan teman saya, tiba-tiba telepon saya dan bertanya dimana kantor televisi swasta yang notabene adalah milik orang terkaya di negeri ini.

Setelah tahu dari Yogi, ternyata si Bapak pagi-pagi buta telah keluar dari rumah dengan menggunakan taksi untuk mengantarnya ke acara “Apa Kabar Indonesia Pagi”. Sang supir kebingungan, mesti jemput beliau kemana.

Akhirnya, oleh Yogi sang supir diarahkan meluncur langsung ke tempat acara di kawasan Thamrin. Bahkan kejadian demi kejadian yang berlangsung berikutnya pun saya diceritain oleh Yoggi..

Setelah berkejaran dengan waktu, sang supir pun tidak mampu mengejar langkah beliau. Saat Pak Oyo, Supir beliau, menghubunginya melalui telepon selular, beliau Cuma berkata “Ga usah jemput, saya naik taxi saja,” dan sekejap telepon langsung diputuskan.

Pak Oyo makin bingung, dan memutuskan untuk menunggu beliau di kantor. Waktu sampai di kantor, ternyata beliau sudah sampai duluan di kantor. Hari itu, ada beberapa kegiatan yang harus beliau lakukan di luar kantor. Dan untuk kegiatan berikutnya, saya diajak Yoggi untuk meliput beliau.

Saya dan Yoggi sudah sampai duluan di lokasi acara, di sebuah hotel di daerah Slipi. Sekian lama menunggu, akhirnya beliau datang juga, dan yang melegakan beliau diantar pak Oyo…

Sekali lagi beliau tidak pernah menampakkan wajah kesal maupun marah. Turun dari mobil, hanya senyum yang berhasil ditangkap oleh mata setiap orang yang melihatnya. Bahkan saat acara berlangsung, dan akhirnya selesai, dan beliau meninggalkan lokasipun sepanjang mata memandang hanya senyum yang tertangkap mata.

Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dunia politik negeri ini. Tapi hari ini, saya ingin membenarkan bahwa negeri ini memang tidak tahu terima kasih. Bukan hanya para veteran yang ditelantarkan hidupnya, bahkan untuk seorang pemimpin yang telah mendedikasikan diri dan hidupnya untuk memperbaiki pendidikan negeri ini pun harus ikhlas ditendang oleh politik busuk dan kejam.

Namun demikian, beliau mengatakan akan tetap melanjutkan pengabdian kepada dunia pendidikan melalui jalur professional. Seorang mantan wakil menteri menyampaikan salam hormat dan salam hangat kepada saya dan teman-teman melalui pesan singkat. Dan saat saya membalas pesan tersebut, saya makin terharu dan sadar bahwa beliau adalah pemimpin sejati.

Selamat meneruskan perjuangan, Bapak.. Meski saat ini kita tidak akan sering bertemu, tapi saya berdoa suatu hari nanti bisa belajar lagi dari Bapak. Saya bangga pernah menjadi bagian dari tugas Bapak. Dan semoga Bapak selalu dilindungi dan diberi kesehatan oleh Allah SWT.

We’ll miss you, Bapak Fasli Jalal :)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s